COLOMN bar

Monday, August 15, 2022

CHAPTER 11 - TETANGGA OH TETANGGA

Halo guys,

Kalian tuh sekarang tinggal dimana? Di perumahan komplek terbatas, atau rumah yang tanpa komplek alias tinggal di tempat yang terbuka dengan akses yang bebas masuk orang diluar warga perumahan?

Saya mau sedikit cerita nich, kemaren ini saya baru saja pindah kedalam sebuah komplek perumahan yang jika mau masuk harus mengambil kartu akses gitu deh. Jadi saya mau bilang ini mungkin dibilang perumahan yang terbatas, jadi istilahnya, kita bisa tau dan hampir bisa mengenal semua warga yang ada di perumahan ini.

Oh iyah, sebelumnya saya tinggal di daerah pinggir jalan, dimana semua akses dapat dilewati banyak orang bebas, dan diluar dari lingkungan perumahan.

Oke lanjut ke cerita saya.

Jadi di perumahan saya itu, jika ingin melakukan renovasi, harus dapat surat ijin dari RT dan RW, dan saya pada saat itu ingin melakukan renovasi kecil – kecilan, yaitu memperbaiki keramik saya yang uneven atau beda tinggi, yang dapat menyebabkan orang terjatuyh.

Saya datang ke kantor RW, bahkan petugas pelayanan di kantor RW menyarankan saya tidak perlu melakukan izin, karena mereka memperkirakan hanya sehari sudah selesai, namun saya adalah tipe yang tidak ingin melanggar peraturan yang ada, maka saya bersikekeh untuk tetap melakukan dan meminta ijin dengan surat resmi diatas materai, dan singkat cerita, ijin itu keluar.

Hal meminta ijin itu saya lakukan Ketika hari jumat, dan pekerjaan dilakukan hari sabtu, sedangkan hari sabtu itu ada peraturan dimana hanya bisa bekerja sampai jam 3 sore, dan sekali lagi saya notice dengan aturan itu.

Singkat cerita juga, di perumahan saya ada orang yang mungkin kaya (haha), sedang membangun rumah dan cukup besar gitu deh.

Makin saya persingkat, akhirnya pekerja saya langsung mengerjakan tugas yang harus dilakukan di rumah saya, dan mereka Ketika sudah mendekati jam 2.45 sore, saya sudah langsung mengingatkan mereka untuk berberes dan dan segera selesaikan tugas mereka, dan ternyata setelah saya perhatikan, kerjaan mereka sudah selesai, dan sedang berberes. Singkat cerita jam 3 TENG, mereka selesai.

Dan Ketika selesai, saya ngobrol sedikit dengan mereka sambal tertawa, dan bercanda. Dan ternyata ada tukang jamu yang sudah terdaftar di RW berjualan di dalam perumahan, sehingga saya memanggil Mbak jamu itu untuk membuatkan jamu untuk para pekerja saya.

Dan ternyata mbak jamu itu adalah seorang yang datang dari daerah yang sama, yaitu JAWA, sehingga mereka jadi asyik ngobrol, dan saya pun ikut dalam perbincangan itu juga.

Oh iyah, sewaktu saya ngobrol dengan mbak itu, seorang security perumahan kami lewat, dan tidak lupa dengan senyum dan ramah tamah menyapa saya, petugas, dan mbak jamu. Si Security ini bertugas Ketika pada jam tertentu harus berpatroli dan meng-foto beberapa titik daerah dalam perumahan saya.

Okey lanjut, Ketika kami ngobrol, pada jam 4 sore itu, ternyata si rumah orang kaya itu (haha) masih melakukan pembangunan dan sangat terdengar suara – suara bekerja dari rumah tersebut, dan dari mulut saya keluar kata – kata kepada petugas saya, “untung deh kita tidak seperti mereka, saya mah takut untuk salah dan takut ditegur, lebih baik patuh dengan aturan”

LANJUT!

Ternyata ngobrol ngalur ngidul, kita ngobrol hingga jam 5.30 sore. Akhirnya saya minta ijin kepada bapak petugas yang bekerja tadi untuk ijin masuk ke rumah, dan ingin beberes rumah yang  agak kotor karena tadi di rapihkan bapak pekerja.

Singkat cerita, Ketika saya sedang beberes, dan bapak pekerja sedang ingin berangkat, rumah saya dihampiri seorang Security yang tadi lewat rumah saya dan menyapa saya Ketika saya sedang ngobrol dengan pekerja saya.

Intinya, sang Security di telpon oleh salah satu warga yang ternyata menjadi kontraktor yang mengerjakan rumah si orang kaya itu, dan dia PROTES, kenapa saya boleh bekerja hingga jam 5 sore?

Dan pada saat itu sang Security sudah menjelaskan bahwa pekerja saya sudah memang tidak bekerja dan hanya sedang mengobrol.

Tapi orang itu tidak percaya, dan memaksa Pak Security untuk tetap memeriksa keadaan saya, dan ternyata memang kami sudah selesai.

Inti dari cerita ini yaitu, saya sangat berusaha untuk tidak mengganggu orang, tetangga saya, bahkan orang yang jahat dengan saya pun saya tidak ingin balas, tapi kenapa yah? SEKALI LAGI, KENAPA YAH? SELALU ADA B*JINGAN seperti ini?

Jujur ada rasa ingin saya menghampiri rumah si K*MPRET ini dan bertanya apa tujuan semua itu? Ingin ajak berkelahi? Silahkan ayo kita sewa lapangan tinju atau gulat? Atau apa?

Tapi ternyata Sang Security menjelaskan, ternyata ini indikasi , IRI HATI, karena RUMAH SI KAYA K*MPRET DAN KONTRAKTOR NYA YANG B*JINGAN sudah dapat teguran dari satpam berkali – kali karena jam kerja sudah melebihi batas kerja yang diberikan oleh kantor RW yaitu senin-jumat sampai jam 5 sore, dan sabtu sampai jam 3 sore.

OH BEGITU, sekali lagi IRI hati itu benar – benar mengerikan CUY!

Ah bodo amat ah, males mikiran SDM rendah kayak gitu, duit doang banyak, tapi isi kepala jahat benar?

DONE
SEE YA!

Thursday, August 4, 2022

CHAPTER 10 - My SHIRO, I'M SORRY

 

HALO GUYS!

Saya tiba – tiba jadi ingat dengan anjing peliharaan saya dulu, namanya SHIRO, dia adalah seekor anjing Pomeranian mungkin campuran dengan anjing ras kampung, memiliki bulu putih yang cantik namun tidak memiliki badan mini seperti layaknya Pomeranian pada umumnya.

Duh, asli saya jadi sedih dan teringat, juga kangen dengan anjing saya itu, huhuhu.

13 Tahun yang lalu, Ketika saya masuk SMA kelas 2, saya sangat ingin punya anjing, namun orang tua saya sangat tidak setuju, karena merasa akan sangat repot untuk pelihara seekor anjing, namun singkat cerita, akhirnya Shiro hadir sebagai anggota keluarga kami.

Saya sangat besikeras ingin membuat Shiro menjadi anjing yang pintar, sehingga saya mendidik Shiro juga cukup keras, dan membuat dia Ketika pintu rumah di buka, dia malah lari kencang sekali keluar dari rumah, alias menjadi sangat liar.

Jujur saya sedih sekali pada saat itu, kenapa Shiro tidak bisa menjadi pintar seperti anjing pintar lain diluar sana? Sekarang saya mengerti, sudah pasti cara didik saya yang salah, sehingga membuat dia menjadi liar seperti itu. (saya ingat ini menjadi sedih sekali, huhu, merasa bersalah dan lain – lain)

Akan tetapi pada saat itu saya tidak menyadari akan ada hal yang akan membuat saya sedih sekali, sehingga sampai sekarang saya tidak mau punya anjing lagi. Mungkin Ketika melihat pameran pet atau hewan peliharaan di Mall, seketika mau pelihara lagi, tapi setelah mengingat Shiro, saya jadi mundur cantik, karena ada suatu hal yang terjadi dengan Shiro. Apa itu?

Pada suatu saat saya sepulang sekolah, tiba – tiba kedua orang tua saya langsung menyambut saya dengan kata – kata “Shiro udah hilang!”

Saya kaget, bingung, kecewa, marah, semua campur aduk.

Mau marah sama orang tua saya juga tidak mungkin, kenapa? Memang pada awalnya mereka tidak setuju, namun pada akhirnya mereka sayang juga kok dengan Shiro.

Dengan diri saya? Saya juga tidak bisa menjaga Shiro 1x24 jam, karena saya harus sekolah.

Dengan Shiro, karena dia liar? Saya yakin betul, dia menjadi liar juga karena saya terlalu keras dan kasar kepada Shiro jika dia melakukan kesalahan.

Namun pada saat mendengar kabar itu, saya langsung ke luar rumah, keliling daerah rumah, sampai cukup lama, namun tidak ketemu Shiro, bahkan sudah tanya tetangga, tidak ada yang melihat.

Saya merasa sangat sedih, dan akhirnya dari hal ini saya dapat mengkonfirmasi suatu kalimat , “Berani sayang, harus juga berani kehilangan, karena pada akhirnya semua yang kita miliki akan sirna pada waktu tertentu”

Saya percaya sekali, Shiro terlalu bagus untuk dimakan, jadi saya percaya siapapun diluar sana yang membawa Shiro dan menjadikan hak Miliknya, sekarang sudah sekitar 13 atau 12 tahun yang lalu, dan saya rasa jika orang nya merawat Shiro dengan baik, Shiro pasti dalam keadaan yang baik juga.

 I miss u so much, Shiro. I’m sorry already became a bad master for you.

Terimakasih Shiro, kamu mengjarkan saya begitu banyak hal, yaitu, kekerasan tidak akan memecahkan masalah, berani sayang juga harus siap untuk kehilangan.

DONE

THANKS YA!

Tuesday, August 2, 2022

CHAPTER 9 - NON SENSE LAW!!



Halo guys,

Fuh , saya sebenarnya ingin sekali membahas ini sejak lalu dan saya selalu tahan. Tapi entah kenapa saat ini, jari dan pikiran rasanya sangat tidak tahan dan akhirnya terjadi hari ini.


Yang saya ingin bahas sesuai dengan judulnya , yaitu LAW , tapi bukan sembarang LAW, bukan hanya hukum yang saya mau bahas, tapi cenderung KEBIASAAN manusia yang sepertinya sulit untuk diperbaiki bahkan cenderung tidak bisa diperbaiki.

Saya termasuk orang yang cukup optimis dalam perubahan suatu hal dari yang buruk ke menjadi hal yang baik, tapi entah kenapa untuk mengenai yang Namanya KEBIASAAN sepertinya sulit sekali.

Yuk kita bahas, KEBIASAAN apa yang membuat jari dan pikiran saya sangat gerah hingga tertulis blog  ini.

Pertama, mengenai MENYEBRANG DI TEMPAT YANG TIDAK PADA TEMPAT NYA.

Asli, ini benar – benar GOKIL!

Kenapa? Jika kalian yang membaca dan kalian merupakan salah satu pengguna jalan raya, pasti kalian akan ngeh maksud saya.

Pernah tidak kaliang melihat orang menyebrang dijalan raya, dan tepat diatas nya ada jembatan penyebrangan?

Saya kadang sering memikirkan atau berkhayal, bagaimana suatu saat orang yang memiliki kebiasaan itu terjadi hal yang tidak enak, seperti tertabrak oleh pengendara kendaraan bermotor?

Siapa yang salah?

Kedua, pernah tidak dengar mengenai berita, TIDAK SENGAJA KARENA MEMBELA DIRI DARI SEORANG BEGAL, SEHINGGA SANG PELAKU MENINGGAL, DAN SANG PEMBELA DIRI DIKENAKAN HUKUMAN ?

Anggap saya salah dengar, dan tidak terjadi hal itu, tetapi SEANDAINYA, itu terjadi,

Siapa yang salah?

Ketiga, pernah tidak dengar , KAMU LEBIH KECIL, SAYA LEBIH TUA DAN SAYA LEBIH PENGALAMAN?

Oke, mungkin orang itu lebih tua secara umur, tapi pengalaman yang seperti apa? Ketika internet belom booming? Ketika social media belum ada? Ketika berkomunikasi dengan orang jauh harus menggunakan pager ? pengalaman seperti apa?

Yah anggap saya yang salah karena berpikir seperti itu. Mungkin itu bukan LAW seperti judul yang artinya HUKUM, tapi ini yang terjadi, ini HUKUM yang ada di tempat kita hidup sekarang.

Mungkin, semua akan mengerti pada akhirnya, tapi apakah pada saat yang benar dan tepat? Pada saat belum terlambat?

Sekali lagi saya bukan expert dalam berkata -kata, apalagi dalam pelajaran psikologi, tapi hal ini cukup menarik perhatiaan untuk saya telaah lebih lanjut.

Dan jika kamu di posisi  yang ‘dijepit’ , yang sepertinya tidak salah tapi di hadapkan seperti kamu yang salah, saran saya hanya satu, YANG SABAR, dan jika ada moment yang tepat untuk kamu keluar dari lingkungan itu, segera keluar, jika belum ada, sekali lagi, YANG SABAR , hehe.

DONE

LOVE YA


CHAPTER 35 - Gara-gara "PRIDE"

  Halo semuanya! Tak terasa sudah masuk bulan kedua di tahun 2025 ini. Bagaimana dengan kalian? Baik baik saja? Nothing happened? Atau m...