Serius guys, baru - baru ini saya benar – benar mendapatkan
arti yang sesungguhnya dari kata “Bahagia”.
Benar loh kata orang-orang besar yang sudah pasti kalian
dengar, “Bahagia itu sederhana”. Dulu saya sering berkata pada orang yang ngomong
hal begitu, kayaknya tidak mungkin untuk bisa Bahagia dengan keadaan yang
sederhana, bahkan ada yang bilang, dalam keadaan miskin pun bisa Bahagia kok.
Waktu saya dengar itu, saya biasanya langsung ‘mengerucutkan’
mata dan dalam hati bilang, “pasti orang ini ngak pernah yang Namanya miskin –
kin – kin – kin. Honestly, saya sangat bersyukur karna saya juga tidak
pernah mengalami yang Namanya ‘miskin sekali’ , mungkin miskin pernah, tapi
sampai minta – minta atau tidak makan, saya nga pernah. Itu pun juga karna
usaha orang tua saya, terutama ibu tercinta saya, bahkan yang sampai sekarang
menjadi ‘pedok’ alias susah jalan karna tidak mau anak nya susah ataupun minta
– minta kepada orang lain.
Makanya, saya dulu sangat tidak setuju dengan kata “Bahagia
itu sederhana”, karena dulu saya mengganggap , when i can have everything,
that’s the way I can feel happiness. Dan sekarang saya mau bilang SAYA
SALAH TOTAL !
Kenapa? Saya merasakan sendiri bagaimana Ketika rasanya lega
Ketika keluar dari masalah , problem, atau apapun itu yang sering mengganggu pikiran
kita, dan akhirnya selesai begitu saja.
Rasanya BAHAGIA banget. Dulu saya pikir harus punya rumah
gedong, mobil sport, motor gede, dan macam – macam lainnya. Ternyata
jujur, Bahagia itu simple guys!
Dan actually, hehe, saya punya suatu statement baru
yang mungkin akan banyak yang susah dan sulit untuk menerimanya, hehe.
Jadi gini, “Orang yang bisa merasakan kebahagiaan sejati,
adalah mereka yang pernah merasakan sakit nya terjatuh, dan pahitnya kehidupan”
Pasti akan banyak yang bilang sama saya,
“saya tidak pernah sakit terjatuh, dan gak pernah tuh
merasakan pahitnya kehidupan, tapi saya tetap Bahagia nih”
Saya cumin mau bilang, anda belum sepenuhnya “hidup” di dunia
nyata, anda masih berada di dunia anda sendiri, dan tanpa tersadari, itu memang
zona nyaman kita.
Loh? Emang salah berada di zona nyaman? Saya mau bilang
tidak, tidak salah, hanya saja saya yang terlalu ‘beruntung’ sehingga bisa
merasakan di luar zona nyaman, dan mengalamin dunia yang pahit dan sakitnya
kehidupan, hehe.
Sekali lagi, mungkin kamu yang sedang nyaman dan mungkin akan
selamanya nyaman, bersyukurlah dan jangan toxic sama yang lain.
Dan buat kamu yang lagi berjuang, dan lagi menahan rasa
sakit, dan lagi ‘menikmati’ pahit kehidupan, saya mau bilang “SEMANGAT” jangan
menyerah yah, karena semua yang kamu perjuangkan tidak aka nada yang sia – sia!
Yang akan menikmati nya adalah diri kamu sendiri, bukan orang
lain! Sekali lagi, SEMANGAT!
LOVE ya!
.jpg)
No comments:
Post a Comment