COLOMN bar

Saturday, July 16, 2022

CHAPTER 6 - JADI SENANG


Halo semuanya!

Serius guys, baru - baru ini saya benar – benar mendapatkan arti yang sesungguhnya dari kata “Bahagia”.

Benar loh kata orang-orang besar yang sudah pasti kalian dengar, “Bahagia itu sederhana”. Dulu saya sering berkata pada orang yang ngomong hal begitu, kayaknya tidak mungkin untuk bisa Bahagia dengan keadaan yang sederhana, bahkan ada yang bilang, dalam keadaan miskin pun bisa Bahagia kok.

Waktu saya dengar itu, saya biasanya langsung ‘mengerucutkan’ mata dan dalam hati bilang, “pasti orang ini ngak pernah yang Namanya miskin – kin – kin – kin. Honestly, saya sangat bersyukur karna saya juga tidak pernah mengalami yang Namanya ‘miskin sekali’ , mungkin miskin pernah, tapi sampai minta – minta atau tidak makan, saya nga pernah. Itu pun juga karna usaha orang tua saya, terutama ibu tercinta saya, bahkan yang sampai sekarang menjadi ‘pedok’ alias susah jalan karna tidak mau anak nya susah ataupun minta – minta kepada orang lain.

Makanya, saya dulu sangat tidak setuju dengan kata “Bahagia itu sederhana”, karena dulu saya mengganggap , when i can have everything, that’s the way I can feel happiness. Dan sekarang saya mau bilang SAYA SALAH TOTAL !

Kenapa? Saya merasakan sendiri bagaimana Ketika rasanya lega Ketika keluar dari masalah , problem,  atau apapun itu yang sering mengganggu pikiran kita, dan akhirnya selesai begitu saja.

Rasanya BAHAGIA banget. Dulu saya pikir harus punya rumah gedong, mobil sport, motor gede, dan macam – macam lainnya. Ternyata jujur, Bahagia itu simple guys!

Dan actually, hehe, saya punya suatu statement baru yang mungkin akan banyak yang susah dan sulit untuk menerimanya, hehe.

Jadi gini, “Orang yang bisa merasakan kebahagiaan sejati, adalah mereka yang pernah merasakan sakit nya terjatuh, dan pahitnya kehidupan”

Pasti akan banyak yang bilang sama saya,

“saya tidak pernah sakit terjatuh, dan gak pernah tuh merasakan pahitnya kehidupan, tapi saya tetap Bahagia nih”

Saya cumin mau bilang, anda belum sepenuhnya “hidup” di dunia nyata, anda masih berada di dunia anda sendiri, dan tanpa tersadari, itu memang zona nyaman kita.

Loh? Emang salah berada di zona nyaman? Saya mau bilang tidak, tidak salah, hanya saja saya yang terlalu ‘beruntung’ sehingga bisa merasakan di luar zona nyaman, dan mengalamin dunia yang pahit dan sakitnya kehidupan, hehe.

Sekali lagi, mungkin kamu yang sedang nyaman dan mungkin akan selamanya nyaman, bersyukurlah dan jangan toxic sama yang lain.

Dan buat kamu yang lagi berjuang, dan lagi menahan rasa sakit, dan lagi ‘menikmati’ pahit kehidupan, saya mau bilang “SEMANGAT” jangan menyerah yah, karena semua yang kamu perjuangkan tidak aka nada yang sia – sia!

Yang akan menikmati nya adalah diri kamu sendiri, bukan orang lain! Sekali lagi, SEMANGAT!

LOVE ya!

No comments:

Post a Comment

CHAPTER 35 - Gara-gara "PRIDE"

  Halo semuanya! Tak terasa sudah masuk bulan kedua di tahun 2025 ini. Bagaimana dengan kalian? Baik baik saja? Nothing happened? Atau m...