COLOMN bar

Thursday, July 21, 2022

CHAPTER 8 - OVERTHINKING

Halo guys,

Pernah tidak kalian memikirkan hal – hal yang sebenarnya kita nga usah pikirkan? Yang tiba – tiba terbesit di pikiran kita, dan kadang ada yang tidak berguna, dan mengerikannya, kadang pikiran yang sangat membuat diri kita menjadi depresi tidak karuan? Jika kalian pernah, well berarti kalian dan saya masih menjadi human being , karena pada dasarnya, overthinking adalah peristiwa atau Tindakan yang sering kali terjadi pada manusia pada umumnya.

Loh? Kenapa saya yakin?

Yah tentu saja, karena tidak ada manusia yang terbentuk dari lahir A dan sampai akhir hidupnya tetap A, yang artinya manusia adalah sebuah makhluk hidup yang sangat kompleks, alias, tidak mudah untuk mendefinisikan seorang manusia begitu saja.

Ketika kita mau mendefinisikan seseorang, tidak akan mudah, karena MANUSIA DAPAT SERING KALI BERUBAH – UBAH.

OKEY, back to the topic, OVERTHINKING , itu jika diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia, yaitu Berpikir Berlebihan, dimana yang sudah harus nya terjadi begitu, tapi masih banyak yang dipikirkan.

Contoh bodohnya,

“kenapa daging ayam warnanya putih, sedangkan daging sapi warnanya merah?”

Atau lebih bodohnya,

“kenapa orang tua yang laki – laki dipanggil ayah, dan yang perempuan dipanggil ibu?”

Yah jawabannya sebenarnya sederhana kan? Tapi seorang yang overthinking , pasti akan terus saja memikirkannya tanpa henti, dan kadang waktunya dapat terbuang karena memikirkan hal itu saja.

Jika hal yang di overthinking-kan hanya begitu, masih aman loh, yang berbahaya, jika kita overthinking kepada suatu masalah, atau seseorang, atau apapun itu.

Bisa saja membuat kita menjadi tidak bisa move on, galau, depresi, merasa bersalah, dan menyeramkan nya, dapat membuat kita menjadi tidak produktif.

Orang yang “sok positif” saja bisa loh menjadi overthinking, jangan berpikir orang yang tadinya sangat berpikir positif, tapi tidak bisa overthinking, tentu saja SALAH.

Apapun dapat terjadi kepada orang tersebut dan mengubah dirinya menjadi sangat overthinking, yang dikarenakan hal – hal yang mendadak atau mendapatkan efek kejut dari suatu peristiwa di hidupnya.

Jika orang yang positif dan berubah menjadi overthinking, dan dia menyadari, itu masih sangat baik dan tidak berbahaya, bahkan dia dapat cenderung berusaha untuk Kembali menjadi orang yang baik Kembali.

Namun, jika dia menjadi overthinking dan malah menutupi nya dengan “senyum palsu” ataupun malah mejadi “positif beracun”, saya mau katakan, orang ini sulit sekali untuk mendapatkan teman yang sejati.

Kenapa? Karena orang akan sadar, bahwa ‘positif’ yang dikeluarkan dari Tindakan, perkataan, itu semua berlebihan dan kadang tidak masuk akal, dan bahkan cenderung ‘beracun’.

Kenapa saya pakai istilah ‘beracun’ ?

Karena orang tersebut akan selalu mengeluarkan ke-positif-an nya kepada semua orang, untuk menutupi overthinking yang dia miliki, dan kadang itu membuat orang menjadi enggan untuk lebih dekat dengannya. Dan hal positif nya selalu tidak sesuai dengan keadaan yang ada.

Maka dari itu teman – teman, saya hanya mau bilang, kita harus menerima, kita itu memang manusia yang sempurna dan serupa dengan ciptaanNya, namun percaya juga lah, kita ini juga merupakan makhluk yang tidak lepas dari kesalahan yang ada, dan masih banyak yang harus kita perbaiki, dari kita mulai hidup, hingga akhir hayat. Dan jika kita ada didalam hal OVERTHINKING, relaksasi pikiran kita dengan memikirkan hal yang baik saja, stop pikir yang buruk, karena itu hanya menyiksa diri kita tanpa henti!

DONE

LOVE YA!

Monday, July 18, 2022

CHAPTER 7 - MORE THAN CANCER


Halo semuanya!

Well, hari ini saya mau ngomongin penyakit nih, tapi bukan sembarang penyakit, melainkan sebuah ‘penyakit’ tanda kutip hahaha!

Jujur belakangan ini saya lagi belajar mengenai ‘penyakit’ ini, dan memang jujur saja sangat berbahaya bagi seluruh umat manusia yang masih hidup.


Apa hayo ‘penyakit’ nya apa?

Yaitu IRI HATI !

Iri hati memang bukan dikategorikan sebagai penyakit di ilmu medis sih, tapi juga termasuk sakit dalam ilmu psikologi .

Yang cenderung orang sebut dengan Bahasa kerennya, sociopath. Saya tidak ahli dalam bidang ilmu ini, tapi saya mau share dari apa yang saya alami, dengan kata lain ini berasal dari pengalaman saya secara pribadi mengenai IRI HATI.

Yap kita bahas dulu dari arti kata IRI, jika dalam inggris Namanya jelous, dan di Bahasa Indonesia, Namanya Cemburu. Eits, ini bukan cemburu cinta saja loh, tapi merupakan cemburu dengan kepemilikan yang orang lain miliki, kemampuan yang orang lain mampu, dan apapun itu yang tidak ada di diri kita , namun ada di orang lain, dan yang lucunya , kadang kita merasakan yang lebih baik tapi tetap saja cemburu.

Kok bisa? Kita udah merasakan lebih baik tapi tetap saja cemburu dengan orang lain?

Hayooo, karena apa kita bisa cemburu? Analogi paling tepat sebenarnya mengenai hal cemburu ini seperti, “Ketika tanpa kaca, kita tidak bisa melihat rambut kita sendiri, melainkan dengan jelas dapat melihat rambut orang lain”

Apa yang dimiliki orang lain lebih sering kali terlihat lebih jelas dari pada yang kita miliki. Yah karena itulah, saya memilih analogi itu cocok sekali. Padahal belum tentu ‘rambut’ yang dimiliki orang lain lebih sehat daripada ‘rambut’ kita. Tetapi rambut mereka lebih terlihat jelas kan?

Memang banyak analogi yang mengenai hal ini , seperti salah satunya “rumput tetangga terlihat lebih indah”.

Saya rasa memang cukup baik analogi itu, tapi Rumput yang kita miliki, kita masih bisa lihat dengan mata kita sendiri, namun rambut kita harus dengan bantuan ‘kaca’.

Nah kaca nya bentuk nya apa? Kedekatan kita dengan TUHAN, menumbuhkan rasa Syukur. Percayalah, Ketika kamu sudah yakin kamu dekat dengan TUHAN kamu, kamu harus make sure, kamu sudah bisa bersyukur ? jika belum, sudah tahu kan jawabannyha? Hehe

Berikutnya!

Kenapa IRI “HATI” ? kenapa tidak IRI BADAN? IRI JIDAT? IRI RAMBUT?

Nih saya coba menggunakan point of view saya yahhh, jadi jika ada yang tidak cocok mohon maaf, hehe.

Oke, kenapa menggunakan kata “HATI” ,

Pertama, hati adalah salah satu organ tubuh yang sangat besar dan berada didalam tubuh kita, dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Kedua, hati adalah organ yang berguna untuk menetralkan racun yang masuk kedalam tubuh.

Cukup dengan kedua alasan diatas saya dapat menyimpulkan, kenapa menggunakan kata hati, yaitu

Jika kita terkena ‘penyakit’ IRI HATI, sudah pasti dapat merusak pikiran kita, dan pernah dengar? OUR MIND IS A BATTLEFIELD ? Pernah dengar istilah itu? Battlefield itu sendiri adalah artinya MEDAN TEMPUR, dimana beberapa pasukan bertempur, dan tentu saja ada yang kalah dan ada yang menang, bukan?

Sama seperti hati! Jika kita ada dalam berpikir, dan malah kalah dengan rasa IRI, maka akan merusak isi dalam tubuh kita, yang dengan kata lain akan membuat diri kita penuh akan penyakit.

Nah, kedua hati untuk menetralkan racun, jika kita sudah kalah dengan rasa IRI, sudah pasti kita sudah sulit membedakan yang mana benar, dan yang mana salah. Yang mana kurang baik, yang mana baik untuk kita, sehingga kita sering kali salah menilai seseorang hanya dari penampilan, nada suara, dan hal – hal yang non sense .

Karena itu, jika sudah sadar kamu sedang terkena ‘penyakit’ IRI HATI, cepat berobat dan cepat bertobat, karena tidak akan membuat kamu senang, bahkan akan membuat kamu mendapatkan penyakit, rasa tidak tenang, dan lainnya.

LOVE YA!

Saturday, July 16, 2022

CHAPTER 6 - JADI SENANG


Halo semuanya!

Serius guys, baru - baru ini saya benar – benar mendapatkan arti yang sesungguhnya dari kata “Bahagia”.

Benar loh kata orang-orang besar yang sudah pasti kalian dengar, “Bahagia itu sederhana”. Dulu saya sering berkata pada orang yang ngomong hal begitu, kayaknya tidak mungkin untuk bisa Bahagia dengan keadaan yang sederhana, bahkan ada yang bilang, dalam keadaan miskin pun bisa Bahagia kok.

Waktu saya dengar itu, saya biasanya langsung ‘mengerucutkan’ mata dan dalam hati bilang, “pasti orang ini ngak pernah yang Namanya miskin – kin – kin – kin. Honestly, saya sangat bersyukur karna saya juga tidak pernah mengalami yang Namanya ‘miskin sekali’ , mungkin miskin pernah, tapi sampai minta – minta atau tidak makan, saya nga pernah. Itu pun juga karna usaha orang tua saya, terutama ibu tercinta saya, bahkan yang sampai sekarang menjadi ‘pedok’ alias susah jalan karna tidak mau anak nya susah ataupun minta – minta kepada orang lain.

Makanya, saya dulu sangat tidak setuju dengan kata “Bahagia itu sederhana”, karena dulu saya mengganggap , when i can have everything, that’s the way I can feel happiness. Dan sekarang saya mau bilang SAYA SALAH TOTAL !

Kenapa? Saya merasakan sendiri bagaimana Ketika rasanya lega Ketika keluar dari masalah , problem,  atau apapun itu yang sering mengganggu pikiran kita, dan akhirnya selesai begitu saja.

Rasanya BAHAGIA banget. Dulu saya pikir harus punya rumah gedong, mobil sport, motor gede, dan macam – macam lainnya. Ternyata jujur, Bahagia itu simple guys!

Dan actually, hehe, saya punya suatu statement baru yang mungkin akan banyak yang susah dan sulit untuk menerimanya, hehe.

Jadi gini, “Orang yang bisa merasakan kebahagiaan sejati, adalah mereka yang pernah merasakan sakit nya terjatuh, dan pahitnya kehidupan”

Pasti akan banyak yang bilang sama saya,

“saya tidak pernah sakit terjatuh, dan gak pernah tuh merasakan pahitnya kehidupan, tapi saya tetap Bahagia nih”

Saya cumin mau bilang, anda belum sepenuhnya “hidup” di dunia nyata, anda masih berada di dunia anda sendiri, dan tanpa tersadari, itu memang zona nyaman kita.

Loh? Emang salah berada di zona nyaman? Saya mau bilang tidak, tidak salah, hanya saja saya yang terlalu ‘beruntung’ sehingga bisa merasakan di luar zona nyaman, dan mengalamin dunia yang pahit dan sakitnya kehidupan, hehe.

Sekali lagi, mungkin kamu yang sedang nyaman dan mungkin akan selamanya nyaman, bersyukurlah dan jangan toxic sama yang lain.

Dan buat kamu yang lagi berjuang, dan lagi menahan rasa sakit, dan lagi ‘menikmati’ pahit kehidupan, saya mau bilang “SEMANGAT” jangan menyerah yah, karena semua yang kamu perjuangkan tidak aka nada yang sia – sia!

Yang akan menikmati nya adalah diri kamu sendiri, bukan orang lain! Sekali lagi, SEMANGAT!

LOVE ya!

Tuesday, July 12, 2022

CHAPTER 5 - TIMBAL BALIK

 

Halo guys,

Pernah nga ketemu atau berhadapan dengan orang yang Ketika ditolong dan langsung ngomong “emang saya layak di tolong kok “

Mengerikan sekali jika di otak seseorang punya pikiran seperti itu, karena pemikiran seperti itu yang akan membawa orang itu kedalam urang maut” dia sendiri, dan lucunya jika sudah masuk, dia akan bilang “KOK NGAK ADA YANG TOLONG?”

Yah begitulah pemikiran manusia yang sangat kompleks.

Melihat pipmpinan atau atasan bahkan boss yang selalu semena – mena. Tetapi saya katakana, tidak sedikit juga saya menemukan pimpinan yang bertanggung-jawab juga ber etika yah.

Tapi juga tidak sedikit saya menemukan seorang pimpinan yang sangat semena – mena terhadap bawahaannya, dengan hanya mau “memeras” tanpa “memlihara”

Padahal yang sangat dibutuhkan seorang pimpinan adalah SDM atau sumber daya manusia .

Saya sangat merasa cocok dengan kata – kata sumberdaya manusia, karna juga sama dengan SDA atau sumber daya alam, kenapa?

Coba saja kita pakai sumber daya alam tanpa memelihara nya? Coba terus kita tebang pohon dan ambil kayu nya tanpa menanam ulang pohon yang lain.

Dan jujur saja, Ketika kita mengambil batang pohon yang besar untuk dijadikan material kayu, dan mengganti nya dengan satu batang poho yang masih muda, itu TIDAK SEIMBANG.

Kenapa?

Kita memerlukan waktu yang sangat lama untuk pohon yang sudah cukup umur, namun untuk pohon muda menjadi sampai siap dimanfaatkan membutuhkan waktu yang sangat lama.

Maka dari itu Bahasa saya, adilnya, harusnya satu batang pohon harus digantikan dengan 5 pohon muda lainnya.

 

Apa hubungannya dengan sumber daya manusia ? yap, ada hubungannya, yaitu, Ketika suatu pimpinan atau boss, atau owner suatu perusahaan ingin menugaskan seseorang, haruslah memikirkan dengan seksama mengenai sumber daya manusia yang digunakan dalam pekerjaannya.

Tapi tidak menghilangkan suatu alasan kepada para sumber daya manusia yang bekerja, haruslah selalu mengerjakan tugas nya dengan cara yang terbaik.

Intinya hubungan timbal balik harus selalu ada dalam suatu lingkungan, tidak terkecuali didalam lingkungan berkeluarga, berteman dan persahabatan, dan pookoknya dalam bentuk apapun deh.

Kita harus ada hubungan timbal-balik, jangan ada satu perasaan ”saya dirugikan, dia diuntungkan”

Harus nya sama – sama diuntungkan.

Saya sangat bersyukur bisa dapat mengerti hal – hal kecil seperti ini, mengenai hubungan timbal balik seperti ini sedini mungkin. Karena jujur saja, banyak sekali orang yang bahkan sudah berumur tapi masih tidak tumbuh dewasa pemikirannya. Karena masih berpikir “saya tua, anda muda layaknya saya dihormati”

Yap memang tidak salah kita menghormati orang yang lebih tua, namun, jika orang tua tersebut semena-mena dengan anak buah atau pekerja nya dengan alasan “saya bisa seenaknya karena saya lebih tua atau lebih senior” itu sangat berbahay bagi hidupnya dan kemajuan dalam  hidupnya.

Makanya saya mau berbagi kepada anda dengan siapapun anda yang baca, tua , muda, anak-anak, haruslah kita mengerti pengertian “timbal balik’ sedini mungkin, karena mungkin itu yang akan menolong kamu di keadaan yang akan datang.

Done,

See ya!

Saturday, July 9, 2022

CHAPTER 4 - FEEL WANT TO DIE

Halo guys,

Penyakit yang saya rasakan belakangan  ini,

Yaitu OVERTHINKING.

Duh, kalo sering – sering di sebut di tulisan kali ini, saya jadi pegel. Jadi kita singkat aja yah jadi OT, hehe.

Yap, OT ini penyakit yang sering sekali menyerang saya, pikiran saya, bahkan sering sekali menyentuh titik mental saya. Wih ngeri kan? Saya nga ngerti apa saya tipe yang ‘lebay’ atau emang banyak orang yang merasakan seperti saya, atau sedang OT tapi sering melakukan denial atau penolakan seakan everything is fine ?

Sekarang ini, saya sering banget kepikiran hal-hal yang belum terjadi dalam hidup saya, dan kadang kayaknya saya berpikir hal tersebut tidak akan terjadi dalam kehidupan saya, tapi tetap saja saya pikirin.

Saya nga ngerti saya itu bodoh atau malah ketergantungan OT. Tapi saya selidiki demi selidiki, ternyata manusia itu tidak ada yang bodoh kecuali ada ‘kelainan’ , melainkan manusia sering kali masuk dalam loops OT yang disebabkan karena terbiasa NEGATIVE THINKING .

Jujur, saya tidak pernah menyalahkan orang yang berpikir secara negative terlebih dahulu waktu mereka bertemu dengan seseorang, memulai sesuatu apapun, karena saya juga begitu.

Tapi semakin dalam dan semakin intense pikiran negatif saya, saya semakin tersiksa, dan semakin terganggu dengan semua yang terjadi dalam hidup saya, jiwa, pikiran, bahkan akal budi saya.

Menyebabkan saya menjadi orang yang tidak bisa berpikir secara jernih, ataupun dengan secara mental yang baik dan benar.

Contohnya gimana?

Yup, yang paling jelas, saya menjadi SUSAH SEKALI UNTUK TIDUR, SUSAH SEKALI MEMPUNYAI TEKAD MEMULAI SESUATU yang BARU.

2 hal itu saya rasa sudah cukup membunuh saya.

Ketika saat tidur, saya menutup mata saya, dan FYI saya suka dengan keadaan gelap gulita di kamar saya Ketika saya mau tidur, dan Ketika sudah gelap, malah mata saya terbuka lebar dan otak saya bekerja dengan dashyat. Mending berpikir positifm tapi malah jadi kuatir tentang besok, minggu depan, bulan depan, nanti tahun depan gimana, bahkan 5 sampai 10 tahun kedepan.

GILA KAN?

Jujur saya sampai  mempunyai pikiran, SAYA INGIN MATI, karena saya menjadi Lelah dengan kehidupan saya yang tidak kunjung selesai dengan masalah. Dan bodoh nya saya sering kali mendengar, dan bahkan saya pun sering mengatakan kepada anak didik saya,

“mau ngak ada masalah, mau ngak punya masalah lagi? Tinggal pindah rumah dengan ukuran 2x1 meter solusinya” dengan nada menyindir.

Pikiran itu terngiang-ngiang terus di kepala saya, tapi jujur, saya orang yang dibilang beragama sekali juga tidak, menghafal isi kitab suci agama saya juga tidak, tapi doktrin yang ada di kepala saya, bahwa Ketika kita mati dan memilih jalan singkat yaitu, BunDir atau bunh diri, pasti masuk neraka.

Saya juga nga ngerti kenapa gitu, tapi itu menjadi reason  saya untuk tidak mengambil Tindakan super bodoh itu.

Kenapa saya mau mati, tapi menganggap bunuh diri Tindakan bodoh?

Karena itu tidak akan menyelesaikan masalah, itu hanya memindahkan masalah yang lebih berat kepada orang yang kita care about, orang yang kita saying. Orang tua kita, istri atau suami kita, atau jika sudah punya anak, yah anak kita yang paling menderita mendengar orang tuanya meninggalkan dia dengan cara bunuh diri dengan alasan menyerah. Mau jadi apa itu anak?

OT ini membuat saya sangat depresi, saya cape sekali facing this life tomorrow.

Oke bunuh diri itu bodoh, tapi rasa ingin mati tuh besar banget. Sampai – sampai saya selalu berharap Ketika keluar naik motor atau mengendarai motor, saya berharap sesuatu yang buruk terjadi pada saya hingga saya mati.

and you know what? Baru aja saya Ketika ngetik paragraph diatas, saya tiba – tiba menjadi semangat Kembali, dan pengen hidup lebih lama lagi.

Loh kok instan banget?

Yap, intinya kamu dan saya hanya perlu sharing ke orang tepat, dan menurut saya Microsoft word ini sosok yang tepat buat saya.

Terus bagaimana dengan TUHAN? Bagaimana dengan orang yang terdekat kita? S eperti orang tua, suami atau istri?

Nih, kalo TUHAN, kita tahu, DIA selalu baik dan ngak akan mau terjadi hal yang buruk kepada kita, jadi kalo kita bilang kita mau mati, kita langsung berasumsi DIA pasti jawab, “aku nga mau umatKu mati”

Kalo orang terdekat gimana? Yah pasti jawabannya sama, ngak mau kita mati ataupun hal buruk terjadi sama kita.

 

Tapi Ketika kita menulis atau mengetik atau nih yah, ngomong sendiri, nangis sendiri, itu termasuk healing loh. Nga usah berangkat ke pantai atau overseas yang jauh atau ngeliat bule – bule , keadaan kita  bisa jadi lebih baik.

Tapi Ketika saya ungkapin ini, kita luapkan, itu salah satu healing terbaik.

Tapi bersyukur buat kamu yang Ketika doa sama TUHAN kamu, kamu menjadi tenang

Bersyukur juga buat kamu yang Ketika cerita sama orang yang dekat dengan kamu, kamu menjadi better.

Saya juga mau seperti itu.

Saya bersyukur saya punya istri yang selalu support saya dengan keadaan saya seperti apapun. Saya selalu berdoa kepada TUHAN agar selalu mengangkat profesi istri ku, menjaga kesehataannya dan pokoknya yang baik – baik deh.

Eh kok malah ngawur ceritanya? Ahahha

Dah mungkin saya sudah ngantuk, sekarang sudah jam 00.33 , besok harus bangun jam 05.25 .

Nah begadang juga ngak bagus buat kita yang suka OT, maka dari itu, ijin tidur yah guys!

Good nite!

Learn to be not overthinking

See you in the next chapter!

DONE
LOVE YA!

Friday, July 8, 2022

CHAPTER 3 - KAPAN BERBUAT BAIK ?

Halo guys,

Jujur saya sekarang lagi merasakan hal yang tidak enak sekali. Entah kenapa saya belakangan ini sering galau. Galau mengenai apa? Saya lagi galau, kalo saya berbua baik itu baik nga sih?

Nah loh mabok kan ? ini bukan overthinking loh, melainkan saya mau memiliki suatu point of view nih mengenai hal ‘baik’.  Nah, nanti juga saya mau bahas ah mengenai overthinking, hehe.

OKEY, BACK TO THE TOPIC, Dikadang kala kita berbuat baik, kayaknya tuh , aduh lelah bener, seakan tidak dukung saya untuk berbuat baik. Bikin bingung, pada saat yang bagaimana kita harusnya berbuat baik?

1.      1.WAKTU orang berbuat baik sama kita?

2.      2. WAKTU kita lagi berkecukupan?

3.      3. WAKTU keadaan kita lagi happy?

Sebenernya masih banyak lagi ‘WAKTU-WAKTU’ yang saya pengen tanya, kapan sih pas nya kita berbuat baik tuh?

Nih yah, saya bisa membuktikan 3 ‘waktu’ itu bukan lah hal yang cukup membuat alasan kita harus berbuat baik. Kenapa?

Kita jabarkan satu – per satu

1.      Orang berbuat baik sama kita? Yakin orang itu berbuat baik dengan hati tulus? Yakin ngak ada maunya? Coba cek lagi deh, tuh orang benar – benar tulus apa ngak?

2.      Berkecukupan? Lah emang waktu kita lagi kesusahan ada  yang peduli? Ada yang mau cape – cape bimbing kita dengan hati yang tulus? “eh sini deh saya kasih jalan keluar” atau “eh sini deh saya bantu”

Lahhh mana ada sih, it’s just a dream.

Kalo ada pun yang begitu, itu Cuma orang tua anda, dan mirisnya banyak juga orang tua yang menganggap anak adalah investasi. Dan sudah pasti bantuannya pasti tidak akan tulus.

3.      Lagi happy? Waktu kita lagi sedih ada yang mau tau masalah kita? “eh sini coba cerita ke saya, saya akan find help buat kamu” , kalo Adapun, itu chance  nya cumin 0,00000000001%

Kalo kalian liat jabaran saya, pasti kalian akan menerka saya orang yang kepahitan, dan penuh sakit hati pada masa lalu.

Yap, kalian benar sekali!

Saya adalah korban perasaan yang sering kali orang ngak sadar kalo saya sudah terluka sekali oleh mereka. Loh kok mereka bisa – bisa nya gak tau saya sakit hati sama mereka? Saya kasih tau kamu, saya mungkin adalah salah satu dari korban silent treatment yaitu dimana kita tidak mau menceritakan masalah yang terjadi sama saya, dan even itu dari teman terdekat saya sekalipun, karna saya lebih memilih mereka ngak usah sok – sok perhatian, dan pada nantinya akan mengulang dengan hal yang sama. Karna bagi saya mereka mau jadi orang yang menyebalkan sekalipun itu tidak ada urusannya dengan saya.

 

Tapi beberapa akhir ini, saya sering sekalit terbesit dengan kata – kata ‘berbuat baik’

Entah kenapa, saya tiba – tiba merasa harus sekali berbuat baik terus sama orang lain. And you know what,  perasaan ini mulai Ketika Indonesia sedang dinyatakan darurat covid-19 , dimana lockdown hampir terjadi di Indonesia. Dimana bisnis banyak yang hancur, termasuk usaha saya yang tiba – tiba up and down .

Tapi tiba – tiba hati saya tergelitik harus berbuat baik, saya pun jujur sekali sangat bingung menghadapi perasaan ini, akankah saya lanjutkan? Atau saya diam kan?

Tapi saya percaya, ini yang baru Namanya kata HATI NURANI, dimana HATI NURANI tidak mengajarkan kita berbuat jahat, namun selalu mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik.

 

Ngak jelas kan?  Sekali lagi saya mau tekankan MEMANG NGAK JELAS, kenapa saya akhirnya senang sekali berbuat baik sekarang ini.

Sampai – sampai saya sering kali menanyakan ke istri saya,’sama dia(seseorang) saya perlu berbuat baik nga yah?’

Gila kan? Saya sampai tidak mengenal yang Namanya rem. Tapi saya selalu berharap dan berdoa,semoga kebaikan saya tidak disalah artikan dan dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Dan saya juga percaya, TUHAN tidak akan membiarkan kita sebagai umatNya ‘dijahati’ oleh orang lain, karena kita juga selalu berbuat baik kepada siapapun bukan hanya saja membawa diri kita, namun kita membawa PRIBADI YANG KITA PERCAYAI.

 

DONE

LOVE YA

Thursday, July 7, 2022

CHAPTER 2 - HATI NURANI

 Halo guys,

Kemarin ini, saya ada mendengar beberapa percakapan dan bahkan saya juga termasuk dalam percakapan itu. Yang terbahas bukanlah hal – hal penting mengenai character building  atau apapun itu yang bersifat berat. Melainkan hal – hal yang dibicarakan adalah sesuatu hal yang sangat disukai banyak orang, yaitu hanya bercerita saja.

Saya pun juga termasuk ikut dalam percakapan itu. Jujur, saya tidak terlalu tertartik dengan objek yang ada dalam dalam cerita itu, melainkan yang menarik perhatian saya yaitu mulai pembahasan mengenai suatu hal dan mulai mengganggu pikiran saya, Yaitu, HATI NURANI.

Kenapa? Apa ada yang salah dengan ‘hati Nurani’ ?

Karena Ketika saya mengatakan “saya tidak setuju”, sal;ah seorang dari mereka mengatakan, Hati Nurani saya tidak begitu baik.  WHAT??

Coba teman – temang  ingat – ingat ,apa arti dari hati Nurani? Saya mengetik ini jujur tanpa membuka google ataupun KBBI. Karena saya mau tulisan ini murni dari isi hati saya, dan jujur saya tidak begitu peduli jika ada kata yang salah ataupun arti yang salah.

Karena sekali lagi saya mau tulisan ini adalah my point of view, tanpa dirangkai, tanpa di hias dengan kata – kata layaknya seorang pujangga, toh, saya juga bukan seorang penulis sesungguhnya, saya hanya lah seorang lulusan Sarjana Ekonomi di salah satu kampus di Jakarta, dan juga saya lulus bukan dengan cum laude ataupun dengan IPK yang cetar membahana haha!

Saya hanya lah seorang yang sudah retak isi hati-nya  dan blur pikiran-nya. Mungkin saya salah seorang MaDeSu yang cukup beruntung dan yang masih mau bekerja, hehe.

Loh kok jadi cerita masa lalu saya? Oke, back to the topic,

Kita mau bahas nih mengenai, ‘Hati Nurani’.

Jadi, pada saat itu, saya terbawa arus, dan  sedang curhat mengenai saya sedang kesal dengan salah seorang kerabat saya, dan saya mengatakan bahwa saya tidak senang dengan perilaku kerabat saya tersebut, dan saya berusaha mengungkapkan nya kepada lawan bicara saya.

Namun orang tersebut mengatakan isi ’hati Nurani’ saya tidak terlalu baik., dikarenakan saya tidak setujuatau kesal dengan salah satu kerabat yang saya punya.

Saya mau katakan,

Manusia tidak ada yang diciptakan dengan hati Nurani jahat, namun jika sudah bicara hati Nurani, yah tentu saja pasti arahnya ke pemikiran yang baik.

Tidak ada manusia yang menginginkan menjadi jahat, jika harus memilih setiap manusia pasti ingin menjadi orang yang baik, atau pribadi yang tidak melakukan kejahatan sedikitpun.

Yang membuat orang jahat bukan dari dasar hati Nurani nya, melainkan gaya hidup, pergaulan, lah yang membuat orang terkadang menjadi jahat.

Namun, yang saya lakukan dengan lawan bicara saya yaitu, hanya bercerita bahwa saya ada tidak setuju dengan seseorang , namun karena tidak setuju, lawan bicara saya mengatakan saya kurang memiliki hati Nurani yang baik.

Yah maka dari itu, dari sini saya juga belajar untuk memilah lawan bicara untuk curhat atau mencurahkan hati kita, karena belum tentu mereka mengerti apa yang ingin kita sampaikan, malah jadi menghakimi.

Sekali lagi, selesai surat atau ketikan tidak penting dari saya mengenai hati Nurani,

DONE

LOVE YA

Wednesday, July 6, 2022

CHAPTER 1 - MAKHLUK SOSIAL atau EGOIS?

 

Halo semuanya!

Pasti kalian tidak kenal dengan siapa saya ini. Saya adalah seorang yang tidak penting didunia ini, dan mungkin banyak orang yang enggan untuk dekat dengan saya.

Tetapi lucunya, saya seperti seakan tidak bisa berjalan tanpa seorang sedikitpun di hidup saya. Saya sering mempunyai pemikiran, bahwa mungkin saja saya hanya seorang manusia biasa yang tidak berbeda dengan ‘manusia yang lain’ yaitu MAKHLUK SOSIAL, dimana dulu saya punya pengertian bahwa MAKHLUK SOSIAL adalah ‘sosok’ yang tidak bisa tanpa ada orang disekeliling nya.

Dulu Ketika saya masih muda, saya sangat mencari – cari orang yang bisa mengerti saya, menyayangi saya, mencintai saya sepenuhnya, bahkan bodohnya saya ingin sekali orang ‘bergantungan’ dengan saya, atau sekarang kita bisa katakan, saya ingin menjadi ‘tuhan’ mereka.

Saya sangat senang Ketika orang membutuhkan saya, butuh kehadiran saya, butuh bantuan saya.

Jika kalian membaca ini, dan kalian adalah seorang yang ANTI SOSIAL, atau sering di singkat ANSOS, yang pasti bukan BANSOS, hahaaaa! Kalian pasti berpikir saya adalah orang yang paling BODOH sedunia, dan kalian akan berkata,

“Mana enak sih di cari -  cari seperti tidak karuan oleh orang lain? Pasti kehidupan pribadi dan kehidupan sosial bercampur aduk donggggg!”

Yah benar!

Setelah saya bertumbuh dewasa, bahkan Ketika saya sudah berkeluarga dan mempunyai anak , saya mengerti, dan sangat memahami.

Sebenarnya tidak ada orang yang nama nya ANSOS, atau Anti Sosial!

Ahli memang benar, yaitu mengatakan “MANUSIA ADALAH MAKHLUK SOSIAL”, dan itu ter-konfirmasi oleh benak saya, bahwa memang kita seperti itu adanya, dan kita memang benar memerlukan seorang atau kerabat disamping kita!

Tapi kenapa ada orang yang menamakan dirinya ANTI SOSIAL?

Saya mengerti, dan saya sangat mengerti!

Dulu seperti cerita diatas, saya sangat bergantung sekali dengan kehadiran seseorang, namun setelah bertambah usia, saya makin mengerti, semakin memiliki relasi, hubungan, komunitas, berkomunikasi, akan juga semakin besar chance  kita untuk menjadi ANTI SOSIAL.

Kenapa?

Karna semakin hari, manusia semakin terbentuk dengan diri nya yang sebenar adanya, BUKAN MAKHLUK SOSIAL, tapi MAKHLUK EGOIS!

Kenapa begitu? Coba perhatikan ketikan saya diatas sekali lagi, dan saya mempunyai kesimpulan mengenai para ahli tentang MAKHLUK SOSIAL, yaitu ahli mengatakan bahwa kita adalah makhluk yang MEMBUTUHKAN hubungan tertentu !

Lihat? MEMBUTUHKAN, guys!

Sekali lagi saya tekankan, MEMBUTUHKAN, yaitu dimana Ketika kebutuhan nya untuk berinteraksi, berhubungan, berkomunikasi, kedekatan sudah tercapai, maka makhluk tersebut tidak akan lagi dibutuhkan.

Sangat menyeramkan!

Dulu, Ketika saya masih remaja, seringkali saya menyalahkan orang tua saya, keluarga saya, kenapa saya sangat ingin orang menghargai saya, mengerti saya, menyayangi saya, menghormati saya.

Apakah dulu saya berasal dari keluarga yang keras?

Ternyata menurut pandangan saya, tidak begitu adanya. Melainkan, saya sudah mengerti, karna kita adalah MAKHLUK EGOIS yang bersembunyi di kata MAKHLUK SOSIAL.

Karna itu, egois bukan lah kata untuk menyerang seseorang yang Ketika orang itu tidak mau tahu keadaan kita yang sedang sulit, egois itu lebih cocok dipakai untuk seseorang yang melakukan sesuatu tetapi merugikan diri kita.

Nah, jika orang tidak mau keadaan kamu, bukan berarti dia egois, melainkan dia sudah menjadi MAKHLUK yang seutuhnya mengerti dirinya itu sudah seharusnya ‘egois’.

Kenapa?

Pasti ada yang akan bilang saya itu orang yang tidak beragama, tidak ber-prikemanusiaan, atau mungkin dulu sering disakiti, makanya nga mau peduli sama orang lain.

Yahhhh, mungkin disakiti iya, tapi untuk berbuat baik pun tidak berhenti juga, tetapi untuk tidak mengurusi masalah orang lain, saya harus bisa.

Bukan berarti saya egois, tapi saya hanya membiarkan orang tersebut harus bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, sehingga ia akan tahu, bahwa masalah jika ada secara tiba – tiba , tidak akan melebihi kekuatan dia, dan pun jika masalah berasal dari diri dia sendiri, biarkan dia selesaikan sendiri, dengan begitu dia akan lebih berhati – hati kedepannya.

 

Jadi stop bilang , EGOIS kepada orang yang tidak mau membantu, mempedulikan kita, karena mereka sudah menjadi manusia apa adanya.

TAPI ISTIMEWA-nya, jika kamu sudah menjadi EGOIS, tetapi ada seseorang yang sayang , mempedulikan kamu, memperhatikan kamu, bahkan tanpa memikirkan kehidupan dia, JADIKAN DIA SAHABAT SEJATI KAMU! Sekali lagi, JADIKAN DIA SAHABAT SEJATI KAMU      !

 

LOVE ya!

 

 

Tuesday, July 5, 2022

Pendahuluan - Kenapa "Kamus Anhard" ?

Halo guys,

kenapa ada Kamus Anhard?

Kayaknya di dunia ini tidak kekurangan kamus yang bagus deh?

Yap bener, tentu saja Kamus Anhard jangan dibandingkan dengan Kamus yang lainnya,. Tentu saja kalah.

Mereka membuat kamus itu dari pelajaran dan dari KBBI, atau kamus yang lainnya, melainkan Kamus Anhard ditulis berdasarkan pengalaman dan pengertian juga point of view  dari saya sendiri yang tentu nya tidak mendekati atau jauh dari kata SEMPURNA.

Kamus Anhard buat diterapin?

Yah tentu saja enggak harus lah, sekali lagi saya bukan manusia Sempurna, atau mendekati Sempurna saja juga tidak, tapi Kamus Anhard ini saya tuliskan bukan untuk teman-teman lakukan atau diterapkan di kehidupan teman – teman yah.

Melainkan tujuan saya menuliskan ini adalah tidak lain sebagai menunjukkan kedunia, bahkan saya yang tidak sempurna sekali lagi, jauh dari kata sempurna, berani untuk menulis dan mau menulis untuk berbagi ke orang lain, yang mungkin dapat membantu orang lain.

Karena saya sangat percaya, meskipun tulisan saya jauh dari kata sempurna, tapi pasti akan menjadi "bantuan" buat teman – teman yang membutuhkan.

Kenapa gitu? Kenapa saya sangat yakin?

Karena saya percaya dan yakin orang yang membaca tulisan ini, adalah orang yang berada didunia yang sama, dengan budaya yang berbeda-beda, ras berbeda-beda, dan suku yang berbeda-beda.

Untuk menjadi contoh atau membimbing orang lain, tidak perlu semua nya sama. Dengan berada di dunia yang sama sudah pasti saya yakin pasti ada yang akan dapat menerima tulisan saya.

Dan melalui “kamus AnHard” saya juga akan berbagi berbagai macan pengalaman saya, mdari yang tidak enak, biasa aja, dan bahkan sampai pengalaman yang menarik dan asyik  tentunya.

Saya merasa, Ketika saya menghadapi keadaan apapun, dan pengalaman apapun, saya ingin bercerita, dan entah saya harus cerita kemana dan ke siapa? Maka itu terbentuklah Kamus AnHard.

Begitu aja pendahuluan saya,

Sekali lagi, SELAMAT DATANG di KAMUS ANHARD

 

Love ya!

CHAPTER 35 - Gara-gara "PRIDE"

  Halo semuanya! Tak terasa sudah masuk bulan kedua di tahun 2025 ini. Bagaimana dengan kalian? Baik baik saja? Nothing happened? Atau m...